Kamis, 07 Februari 2013

INSIDEN HUJAN DAN ANGIN BESAR

Tadi gue dengerin radio paling nge-heeeeiittzzz di Jakarta, GEN FM, 98,7..
Ngebahas masalah kemarin mengenai hujan yang cuma sebentar dampaknya lumayan banget..
Kalo' yang gue alami kemarin ada cerita lucu, kesel, pusing dan ya udahlah...

Kemarin jam 3 itu dari dalem kantor gue ngeliat awan tampak hitam sehingga kaca yang tadinya bening jadi terlihat seperti perak. Gedung-gedung tinggi yang diseberang jalan pun gak keliatan sama sekali. Kaca di ruang Treasury bergetar kencang, sepertinya angin yang berhembus sangat kencang.

Keinginan untuk melihat sekitar di bawah semakin besar, gue bersama teman se-team beranjak ke ruang Treasury untuk melihat ke bawah dan sekitar dengan jarak pandang yang cukup jauh. Apalagi kita berada di lantai 15 di pusat kota dekat dengan bundaran HI, yang notabenenya kemarin pas hujan lebat bundaran HI jadi kayak kolam gitu.

Parah, hujan baru 30 menitan tapi air udah setinggi mata kaki di depan gedung, antrian panjang mobil sepanjang jalan Mall Grand Indonesia sampai Semanggi mulai merayap dan perkiraanku akan berlangsung hingga sore bahkan mungkin sampai menjelang malam.

Khawatir plus deg-degan juga gimana pulang nanti, tapi insya Allah jalan pulang lancar jaya. *hope*

Kilat berseliweran. Menakutkan. Melihat dari arah lain di ruangan yang berbeda.
Mata gue terus mencari jalan keluar dari gedung ini, yang kira-kira bisa gue lewatin dengan motor matic, yang kono katanya paling susah kalo' dalam keadaan banjir. Matic bisa tiba-tiba mati di tengah genangan air yang tinggi alias banjir dan bakal basah kemana-mana nih sepatu, celana dan knalpot bakal kemasukan air.

Alhamdulillah, begitu jam 5 hujan agak reda, meski masih gerimis, kuberanikan diri membawa motor berbekal jas hujan, sepatu hujan kayak badut dan rain coat buat ransel. Jalan yang dilalui biasanya hanya tergenang air hujan masih wajar, bendungan Latuharhari yang kemarin jebol sore ini masih dalam keadaan normal karena baru diperbaiki. Namun, ketika lewat dalem menuju jalan imam bonjol arah dalem sebrang bioskop Metropole banjir selutut. Motor-motor yang maksa untuk melewati banjir itu sebagian sudah didorong oleh empunya ke pinggir karena mati mesinnya, kemungkinan air masuk ke dalam knalpot. Kebayang berapa biaya untuk memasukkan ke dalam bengkel agar motor biasa berjalan normal kembali.

"Bismilah," ujar gue.
Pelan-pelan gue melewati genangan air selutut itu. Inget pesan bokap, kalo' dalam kondisi kayak gitu jangan pernah nge-gas kendaraan, kemungkinan air akan masuk dan memaksa kendaraan melawan air dan berakibat mesin mati. Entah, bagaimana prosesnya, yang gue tahu hanya melewatinya tanpa memberikan tekanan pada gas. Hanya menahan gas pada posisi yang tertahan dan mengikuti arus air saja.

Alhamdulillah, banjir sepanjang kira-kira 5 - 10 meter itu terlewati.

Jalanan dari arah Pramuka ke pemuda dan Rawamagun kancar jaya dan tidak semacet biasanya.
Semoga di Jakarta daerah lainnya tidak banjir dan aman sentosa ya..


See you Gen FM di cerita berikutnya....
Salam buat Kemal & TJ.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..