Senin, 02 Januari 2012

Tak Sekedar Resolusi



Buat sebagian orang tahun baru identik dengan berkumpul denngan teman-teman, pesta, perayaan heboh disertai mercon, petasan dan kembang api. Memang tak ada yang melarang mereka merayakan penutupan akhir tahun dengan berpesta pora, namun bagi saya tahun baru lebih identik dengan penutupan buku kehidupan yang telah lewat dan menjadikannya sebuah cerminan tuk melangkah ke depan.
Saya sejak kecil sudah didik dengan ajaran agama paten, tak ada ba-bi-bu untuk beralasan dan tak mematuhinya ketika di rumah. Namun ketika kaki sudah menginjak luar rumah, tanggung jawab terhadap diri sendiri untuk menjaga kepercayaan dari orang tua dan pada Allah terutama. Sebab lingkungan merupakan aspek terbesar yang paling berpengaruh terhadap naik turunnya iman seseorang, pergaulan yang baik akan mendapatkan attitude yang baik begitu juga sebaliknya.
Mendekati pergantian tahun biasanya kami keluarga besar berkumpul di rumah tuk muhasabah, saling mengintrospeksi diri, bukan sekedar menyalahkan satu sama lain tapi lebih pada saling mengingatkan. Bukankah sesama saudara seiman apalagi sekandung wajar untuk saling mengingatkan jikalau terlupa? Begitu juga dengan pribadi kita masing-masing.
Acara makan bersama menjadi menu pembuka, agar terjadi keakraban dan tak bersitegang dalam berpendapat nantinya. Muhasabah diawali dengan menuliskan tiga hal yang kurang dari tiap-tiap orang pada sebuah kertas yang kemudian kertas itu diberikan pada orang lain tuk diisi, hingga semua orang bisa memberikan masukan terhadap hal-hal negatif yang dilihat oleh orang lainnya.
Tiga hal tersebut menurut orang lain itu akan dijadikan satu menjadi sebuah kesimpulan akan hal-hal kurang apa yang harus dirubah di tahun depan, sebab hanya orang lain yang dapat menilai hal-hal negatif apa yang dapat mengurangi kebaikan yang kita miliki. Itulah resolusi. Sebuah tindakan nyata tuk merubah kekurangan menjadi sebuah kelebihan ke depannya.
Jujur saja, melihat dunia maya penuh dengan status serta catatan resolusi mereka di 2012 membuat saya terdiam lama sekali, menanyakan hal terdalam yang paling ingin saya ketahui jawabannya dari mereka. Mungkinkah mereka dapat memaknai resolusi itu sendiri dengan benar adanya? Atau hanya sekedar resolusi karena tak dapat mencapai sesuatu di tahun 2011?
Jikalau itu ditanyakan pada saya, jelas hanya ucapan bingung yang akan saya katakan, sebab saya ingin tak sekedar resolusi tanpa sebuah makna. Hanya bisa merintih, menjerit dan memendam sendiri dalam-dalam. Saya hanya ingin lebih dekat dengan Tuhan, yang menciptakan saya dari setetes darah dan segumpal daging dan menjadikan saya bernyawa dan berakal.
Saya ingin menjadikan Asma-Nya tiap langkah dalam kehidupan, tiap tarikan nafas yang saya hirup dan tiap detak jantung tuk mengalirkan darah dalam diri ini. Saya ingin menggapai cinta-Nya dalam putaran waktu yang tak bida diprediksi, hanya tak ingin menyesal dikemudian hari karena menelantarkan sejuta nikmat yang telah Allah berikan padaku.
Saya yakin, tanpa daya dan kekuatan dari-Nya tak akan ada yang bisa kulakukan. Saya percaya jika arah dan jalan sudah sejalan dengan petunjuk dari-Nya, pastilah keinginan yang itu dapat terwujud. Tanpa terucap, pastilah Allah lebih mengetahuinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..