Kamis, 17 November 2011

KIAT MENULIS RESENSI YANG BAIK

Posted on 03 November 2011 by trimanto
KIAT MENULIS RESENSI YANG BAIK
Oleh: Trimanto*)


Kita pasti sering mendengar istilah resensi. Di media massa, baik cetak maupun online, kita sering menemukan atau bahkan membaca sebuah artikel yang berisi resensi buku. Artikel itu bisaanya menginformasikan serba selintas tentang sebuah buku dilengkapi dengan ulasan-ulasan sebagai pertimbangan atas buku tersebut dari berbagai sudut pandang.
Resensi adalah tulisan atau ulasan mengenai suatu buku (pengetahuan, sastra, kamus, ensiklopedi, dan sebagainya) yang mengikhtisarkan, menggambarkan, menjelaskan, dan memberikan penilaian atas buku itu. Resensi merupakan penilaian mengenai kualitas buku, baik isi maupun perwajahannya disertai alasan dan bukti. Istilah resensi buku sering juga disebut timbangan buku atau bedah buku. Timbangan/penilaian itu dapat juga dilakukan terhadap film, drama, atau bahkan bentuk-bentuk pementasan seni lainnya. Oleh karena itu, kita juga sering mendengar istilah resensi ftlm atau resensi drama.
Buku yang diresensi biasanya buku-buku baru sehingga dengan membaca resensi buku tersebut, para pembaca mengetahui serba sedikit mengenai buku itu dan dapat mempertimbangkan perlu tidaknya membaca buku tersebut.
Tujuan pokok penulisan resensi mencakup tiga hal, yakni:
1) memberikan sugesti kepada pembaca, apakah sebuah buku film patut dibaca/ditonton atau tidak;
2) melukiskan dan memaparkan pendapatnya melalui sebuah timbangan atau penilaian; dan
3) menyodorkan kriteria-kriteria yang jelas dalam mengemukakan pendapatnya itu.
Sebuah resensi paling tidak memiliki tiga fungsi utama, yakni:
1) fungsi informatif, yakni menginformasikan keberadaan buku/film tertentu sehingga pembaca merasa tertarik untuk mengetahuinya lebih lanjut;
2) fungsi komersial, yakni mempromosikan produk baru untuk kepentingan komersial; dan
3) fungsi akademik, yakni interaksi antara penulis/pengarang buku, penerjemah, editor, dan peresensi dalam membentuk wacana keilmuan mengenai topik tertentu.
Prosedur Pembuatan Resensi
Secara umum, tulisan resensi buku terdiri atas dua bagian penting, yakni (1) gambaran umum isi buku yang diresensi; dan (2) kupasan, bahasan, dan penilaian atas isi buku itu sebagai hasil dari kerja analitis-kritis yang dilengkapi dengan perbandingan-perbandingan dengan karya lain.
Penyuguhan gambaran umum isi buku yang diresensi itu penting mengingat dua hal, yaitu (1) pembaca belum tentu pernah membaca buku itu (meskipun buku itu sudah terbit lama, terlebih untuk buku yang relatif baru atau baru akan terbit); dan (2) pembaca harus mendapatkan keputusan untuk membaca atau tidak buku itu. Bahkan, cukup banyak orang yang hanya mengandalkan resensi, karena memang tak mau atau tak bias membaca buku aslinya.
Kualitas kupasan dan bahasan atas buku yang diresensi terletak pada ketajaman analisis dan tingkat kekritisan si peresensinya. Tentu saja, kemahiran menulis resensi tidak bisa diperoleh secara serta-merta. Keterampilan membutuhkan proses, intensitas dan kemauan dan latihan yang terus-menerus.
Adapun kriteria yang dapat kita gunakan untuk mempertimbangkan buku sebagai bahan resensi, di antaranya:
1. Buku yang akan diresensi sebaiknya buku baru yang actual.
2. Buku yang akan diresensi adalah buku yang cukup baik, bermanfaat dan layak baca.
3. Buku yang akan memuat informasi penting untuk diketahui khalayak.
4. Topik/tema buku yang diresensi relevan dengan konteks situasi dan kondisi saat ini.
Untuk menjadi peresensi yang baik, peresensi harus memiliki latar belakang pengetahuan yang memadai mengenai tema buku yang diresensi serta memiliki pengetahuan bahasa dan kosakata yang memadai untuk menyampaikan gagasannya.
Sistematika Penyusunan Resensi
Sistematika resensi buku meliputi:
(1) Judul resensi (boleh sama dan boleh berbeda dengan judul buku yang di resensi);
(2) Perwajahan (jati diri buku), meliputi: judul buku, nama pengarang/penulis, nama penerbit dan tahun terbit, jumlah halaman, jenis huruf, halaman sampul (cover), dan harga buku;
(3) Pembukaan meliputi:
(a) uraian, deskripsi, rangkuman yang menjelaskan isi buku secara umum;
(b) kutipan bagian-bagian buku yang memperjelas isi buku;
(c) kaitannya dengan konteks situasi terkini;
(d) bersifat pemancing untuk menarik perhatian pembaca;
(e) kaitannya dengan hal di luar isi buku (bila perlu);
(4) Pembahasan berisi komentar, ulasan, analisis-kritis dan penilaian terhadai isi buku, meliputi:
(a) analisis terhadap isi buku disertai alasan dan bakti yang ada dalam isi buku;
(b) analisis kekuatan dan kelemahan (bila ada) isi buku yang di resensi;
(c) pembandingan dengan sumber-sumber yang berbeda;
(d) gagasan¬gagasan penulis mengenai buku itu; dan
(5) Penutup meliputi penilaian penulis resensi mengenai perlu-tidaknya pembaca resensi membaca atau memiliki buku tersebut.
(6) Identitas peresensi sering juga dicantumkan di bagian akhir resensi guna menunjukkan otoritas dan kredibilitas peresensinya.
Tahap dan Teknik Pembuatan Resensi
Ada tiga macam teknik meresensi buku, yakni:
1. Teknik cutting and glueing
Secara harfiah, cutting berarti memotong dan glueing berarti merekatkan. Meresensi buku dengan ini berarti merekatkan potongan-potangan tulisan. Potongan tersebut berupa materi yang menarik perhatian, yang terdapat di dalam buku yang hendak kita resensi, serta mencerminkan gagasan-gagasan inti si penulis buku. Teknik ini merupakan teknik yang paling sederhana dan mendasar dalam berlatih menulis resensi.
2. Teknik focusing
Teknik ini berkaitan dengan kegiatan “memusatkan perhatian” kepada satu aspek tertentu yang disajikan dalam objek resensi. Aspek-aspek itu bisa terletak pada tema, metode pembahasan yang digunakan penulis, sampul luar, sosok pengarang, gaya penyajian, atau latar belakang penerbitan buku. Pendek kata, apa saja yang dianggap menonjol atau paling menarik perhatian dapat diangkat dalam tulisan resensi.
3. Teknik comparing
Teknik ini mengajak seorang peresensi untuk melakukan pembandingan-pembandingan atas hal-hal yang terdapat dalam objek resensi dengan sumber lain mengenai topik sejenis. Pembandingan itu dapat dilakukan atas dasar topik atau tema yang sama dari pengarang yang berbeda, atau pengarang yang sama mengenai topik-topik lain yang berbeda.
Tips Menulis Resensi
Menulis resensi pada dasarnya sama dengan menulis karya ilmiah lainnya seperti artikel, opini dan feature. Menulis resensi dalam dilakukan dalam berbagai bentuk. Resensi di media massa biasanya berbentuk artikel yang panjangnya kira-kira 5000-8000 karakter. Ada juga yang berbentuk ulasan naratif seperti feature, panjangnya > 8000 karakter.
Resensi dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, yakni resensi berjenis (a) informatif, menekankan aspek informasi umum mengenai isi buku; (b) deskriptif, menekankan ulasan detail dan rinci untuk setiap bagian atau bab dari buku yang diresensi dan (c) kritis, menekankan aspek penilaian secara kritis dan objektif atas isi buku. Tentu saja, ketiga jenis resensi tersebut tidak bersifat kaki dan baku. Resensi yang baik dan lengkap adalah resensi yang memuat ketiga-tiganya.
Secara garis besar terdapat dua aspek penting yang harus dicermati dalam menilai resensi, yakni aspek luar (penampilan) dan aspek dalam (isi). Aspek luar meliputi perwajahan buku atau kulit muka buku yang akan di resensi.Aspek isi meliputi paparan isi buku, gagasan, konsep, fakta, informasi, esensi keilmuan.
Selamat menulis resensi!
Daftar Pustaka:
1. Akhmadi, M (1990). Dasar Komposisi Bahasa Indonesia. Malang: Yayasan Asah-Asih-Asuh.
2. Hadimadja, A.K. (1981). Seni Mengarang. Jakarta: Pustaka Jaya.
3. Hernowo (2003). Quantum Reading. Bandung: MLC.
4. Parera, J.D. (1983). Menulis Tertib dan Sitemik. Jakarta: Erlangga.
*) Humas FLP Wilayah Jakarta Raya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..