Minggu, 24 April 2011

PENULIS versus PEJABAT

oleh Penerbit Azam Jaya Press pada 26 Maret 2011 jam 20:59

Berkarya adalah rangsangan dasar kita untuk menjaga "eksistensi aku" dan "keberadaan aku" dalam dunia. Kalau aku dihadapkan pada suatu pilihan, mana yang hendak aku pilih, jadi penulis atau jadi pejabat? Aku memilih untuk jadi penulis, kenapa? karena ketika aku jadi penulis, otomastis aku adalah orang yang kreatif, orang yang mau berkarnya, orang yang mau mengamalkan ilmunya, dan orang yang mau mencerdaskan orang lain. Itu dah jadi hak paten manusia yang selalu mempunyai gairah untuk berkarya, melalui media tulis-menulis. Lantas kenapa aku tak mau jadi pejabat? padahal jadi pejabat kan bagian dari seni juga, bagian dari memolos sesuatu menjadi sesuatu yang indah. Ya, memang demikian. Tapi, ketika aku jadi pejabat, maka karya ku akan menjadi beda, karena para pejabat hanya bisa berkarya menyengsarakan rakyat, membuat generasi muda menjadi bodoh, berkarya membikin orang kelaparan, dan meciptakan karya menjadikan orang miskin.
Dengan demikian, pilihan menulis dan menjadi pejabat sama dengan, ketika kita diajukan pertanyaan; Ingin jadi orang yang bermanfaat mencerdaskan generasi muda dan anak bangsa, atau ingin menjadi orang yang membuat bodoh seluruh bangsa? Mungkin seperti itu kalau menurut pandangan saya, siapapun orang mempunyai kesempatan besar untuk bermanfaat ketika dia mau menulis dan berkarya, dan siapapun orangnya mempunya kesempatan besar untuk menjadi orang yang rakus, dan membodohkan, ketika dia mau jadi pejabat (walaupun itu tidak semuanya). Kita tinggal memilih, ingin menjadi yang bermanfaat atau tidak bermanfaat?
Imam Ghozali berfatwa, "Kalau kita bukan Pangeran, Bukan juga Presiden, bukan juga Raja, maka jadilah penulis karena penulis adalah guru buat mereka, dan guru buat semua ummat manusia"
Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik2nya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain".

1 komentar:

  1. menurut saya jadi pejabat gak serta merta membodohi rakyat juga.
    jadi pilihan untuk bermanfaat atau tidak bermanffat tidak hanya bagi penulis. tapi juga bagi seluruh profesi.

    salam blogger :)

    BalasHapus

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..