Sabtu, 02 April 2011

'Kunang-Kunang dan Reviku'

Gerimis kali ini ikut andil mengindahkan malam yang hening, sunyi dan aku menyukainya. Seandainya saja aku bisa menikamatinya bersama kalian mungkin kita bisa berbagi kesedihan, kerisauan dan kegundahan hati yang sedang memanas serta sensi berkepanjangan. Cocok untuk orang yang sedang patah hati dan bad mood seperti yang sedang dialami hatiku.
Dalam episode malam senang sekali bisa berbaginya dengan kalian semua, meski dari jauh pasti kalian merasakannya juga setelah membacanya karena Kunang-kunang malam itu ada dimana saja saat kalian bisa melihatnya dengan hati yang tenang tanpa cela, menikmatinya di atas kendaraan kesayangan kalian layaknya aku.
Berjalan bersama dengan Revi kesayanganku, dikala malam, disaat tak ada cahaya yang menyinari, hanya bulan menjadi sorot lampu kesunyian malam. Namun dari arah yang berlawanan silau lampu yang berpendar dari mobil dan motor nampak seperti kunang-kunang. Tak kusangka, awalnya sorot itu mengganggu penglihatanku, silau dan mata tak lagi fokus.
 Bibirku menyunggingkan senyum tanpa disadari, hingga Revi berbatuk pelan menggodaku "Ehem, cie.. yang dari tadi senyum-senyum sendiri, ada apa nih Bil?"
"Ah, gak kok."
"Masa siiiii"
"Iya, kamu iseng banget deh. Rev, kamu senang jalan bersamaku malam ini?"
"Yap, I love this nite. Just you and me. Melihatmu tersenyum membuatku tak kenal lelah."
"Makasih ya Rev. You are the best friend I ever had"
"You're welcome. Aku ada karena kamu yang memilihku, kamu menyayangiku seperti kamu menyayangi dirimu. Tak pernah lupa aku dimandikan, dilap, diisi bensin hingga dibawa ke bengkel untuk dicek keadaanku. Kamu takut aku sakit dan tak bisa membawamu menikmati pemandangan di kota lainnya. Aku berjanji akan selalu menjagamu."
Revi mengatakan itu seolah kami pernah mengucapkan ikrar, kami bahkan tak punya status layaknya orang pacaran tapi kami lebih dari itu. Persahabatn itu sebuah janji bukan sekedar kata.
"Rev, sekali lagi makasih ya," kata terakhirku tertahan di tenggorokanku, tak mampu menahan bendungan air mata ini.
"Sudah ya Bil, jangan menangis, nikmati saja perjalanan kita hingga terasa lelahnya diakhir malam"
"Iya."

Kunang-kunang masih lalu lalang di hadapan kami, menjadi saksi kisah sejati ini. Kisah yang takkan terganti meski Revi telah pergi. Revi, motor terbaikku setelah jialing diberikan pada adikku. Kami melewati malam bersama sambil bernyanyi kunang-kunang sepanjang perjalanan yang tiada berujung.


©Sabil Ananda_Kunang-kunang dan Reviku
oktavianaa@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..