Rabu, 30 Maret 2011

TRIK JITU BAHASA INGGRIS LANCAR


Bahasa Inggris itu MUDAH!! Berani Coba?

Bengong dengerin orang ngomong pake bahasa asing? Lihat orang ngomong Inggris gitu langsung bingung? “Nih, orang ngomong apa ya?” Cuma bisa jawab Yes dan No aja? Mau main facebook aja musti buka mbah Google untuk cari arti dari kata-katanya? Pelajaran Bahasa Inggris jeblok? Mau melamar kerja tapi gak keterima karena begitu di tes Bahasa Inggris langsung pingsan?
Semua itu dapat terjadi pada siapa saja, termasuk saya. Semua pasti merasakan kebodohan-kebodohan di atas. Mulai sekarang bersemangatlah kawan, hidup itu ada untuk belajar dan mempelajarinya bukan menyerah kemudian ditinggalkan begitu saja. Ya gak?
Dunia makin modern, teknologi makin canggih, jangankan bisa ikutan nimbrung di dunia usaha yang serba Bahasa Inggris mau ngobrol aja susah, wong gak ngerti! So, jangan ragu untuk berani mempelajari Bahasa Inggris yang sangat mudah itu.
1.         Style
Setiap orang belajar memiliki style (gaya) nya masing-masing, ada yang jingkrak-jingkrak langsung tembus otak, ada yang musti pantengin buku terus bisa hafal dalam sekejap, dan ada juga yang musti ngebakar kertas belajarnya trus direbus dan diminum.
Nah, di sini saya memberi tahu gaya belajar yang bisa dicoba.
a.         Belajar Dengan Cara Alami
Pernah melihat anak kecil belajar dan memepelajari sesuatu? Nah, anak kecil dapat mempelajari bahasa yang baru dengan sangat mudah dan cepat. Mereka tidak membutuhkan guru dan buku untuk mempelajari hal-hal baru, belajar secara alami dengan melihat, mendengar dan mengulang. Meng-copy paste istilah kerennya. Hanya butuh keinginan untuk belajar dan lingkungan yang kaya akan pengalaman bahasa.

b.      Belajar Dengan Cara Ilmiah
Belajar dengan cara ilmiah dengan latihan-latihan yang interaktif sehingga mampu berlatih dan mengembangkan topik yang telah dipelajari. Latihan-latihan ini dibuat agar dapat merangsang keahlian berbahasa dengan cepat dan efisien dari tingkat menghafal jangka pendek ke tingkat menghafal jangka panjang.
Belajar yang baik adalah dimana tersimpannya kemampuan menghafal untuk jangka panjang. Ketika ini terjadi, anda akan mampu untuk berbahasa Inggris secara kreatif dan menggunakannya pada situasi-situasi yang baru.

c.       Belajar Dengan Cara Dewasa
Belajar dengan cara dewasa menggunakan logika sehingga merangsang keingintahuan pada pentingnya belajar Bahasa Inggris. Paling tidak satu hari hafalkan satu kosa kata (vocabulary), kemudian diucapkan berulang-ulang dan disambungkan dengan kalta-kata yang sudah diketahui.

2.      Prinsip Belajar Yang Efektif
Pakar pembelajaran Bahasa Inggris, H. Douglas Brown mengemukan lima prinsip belajar bahasa Inggris yang efektif berikut ini.
a.       ”Way of life”.
Belajar Bahasa Inggris sangat mudah, kuncinya hanya KEMAUAN dan KETEKUNAN. Buatlah Bahasa Inggis sebagai bahasa utama dalam kehidupan sehari-hari. Tak usah pedulikan pandangan orang pada kalian, toh yang mau maju kalian bukan mereka. Pada prinsipnya, kelilingi hidup kita dengan Bahasa Inggris yang topik-topiknya kita senangi atau kita butuhkan.

b.      ”Total commitment”.
Untuk menjadikan bahasa Inggris sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hidup kita, kita harus memiliki komitmen untuk melibatkan Bahasa Inggris dalam hidup kita secara fisik, secara mental, dan secara emosional. Secara fisik, kita bisa mencoba mendengar, membaca, menulis, dan melatih pengucapan dalam bahasa Inggris, terus-menerus dan berulang-ulang. Secara mental atau intelektual, kita bisa mencoba berpikir dalam bahasa Inggris setiap kali kita menggunakan bahasa Inggris.

c.       ”Trying”.
Belajar bahasa adalah seperti belajar naik sepeda atau belajar menyetir mobil. Kita tidak bisa hanya membaca dan memahami ”buku manual” saja, tetapi kita harus mencoba menggunakannya. Pada tahap pembelajaran (tahap percobaan), sangat wajar jika kita melakukan kesalahan. Yang penting adalah mengetahui kesalahan yang kita lakukan dan memperbaikinya di kesempatan yang berikutnya. Akan lebih baik lagi jika pada saat mencoba kita mempunyai guru yang bisa memberitahu kita kesalahan yang kita lakukan. 

d.      ”Beyond class activities”.
Jika kita belajar Bahasa Inggris secara formal (di kelas, di kursus), biasanya jam-jam belajarnya terbatas: empat jam seminggu, enam jam seminggu ataupun delapan jam seminggu. Yang pasti jam belajar di kelas ini tentunya sangat terbatas. Agar belajar bisa lebih efektif, kita harus menciptakan kesempatan untuk ”belajar” juga di luar jam-jam belajar di kelas: berdiskusi dengan teman, mengunjungi websites yang menawarkan pembelajaran Bahasa Inggris gratis, ataupun berkomunikasi dalam bahasa Inggris dengan teman-teman atau native speakers (baik melalui surat, email, ataupun percakapan langsung). Kita bisa juga mencoba membaca koran, majalah, buku-buku teks, mendengarkan radio, lagu, ataupun menonton acara-acara dan film. Agar proses belajar bisa lebih menarik, pilihlah topik-topik yang sesuai dengan minat kita, kebutuhan kita, ataupun yang berhubungan dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan yang kita tekuni.

e.       ”Strategies”.
Jika komitmen, keberanian mencoba, dan menjadikan Bahasa Inggris sebagai bagian hidup telah kita terapkan, langkah selanjutnya adalah menerapkan strategi belajar yang tepat untuk menunjang proses belajar kita. Strategi ini bisa kita kembangkan dan kita sesuaikan dengan kepribadian dan gaya belajar kita masing-masing. Ada yang lebih mudah belajar dengan menggunakan ”cue-cards”, yaitu kartu-kartu kecil yang bertuliskan ungkapan atau kata-kata yang ingin kita kuasai disertai dengan contoh kalimat yang bisa menggunakan kata-kata tersebut. Kartu ini bisa kita bawa kemana pun kita pergi. Kapan pun ada kesempatan (pada saat menunggu taksi, menunggu makan siang disajikan, ataupun pada saat berada dalam kendaran yang sedang terjebak kemacetan), kita bisa mengambil kartu ini dan membacanya serta mencoba melakukan improvisasi dengan kata-kata baru dalam struktur kalimat yang sama. Ada pula orang yang lebih mudah belajar dengan langsung berkomunikasi lisan dengan orang lain atau native speakers. Dari komunikasi ini mereka bertanya, mendengar, dan memperbaiki ucapan dan meningkatkan kosa kata mereka dengan gaya belajar kita.

f.       ”Auditory learners”.
Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar dengan mendengarkan, maka kita memiliki gaya belajar ”auditory.” Jika ini gaya belajar kita, maka kita bisa memperbanyak porsi belajar dengan mendengarkan, misalnya mendengarkan kaset-kaset pelajaran bahasa Inggris, lagu-lagu favorit kita, ataupun berita, pidato dalam Bahasa Inggris. Kita juga bisa mendengarkan percakapan-percakapan dalam bahasa Inggris di film-film favorit yang kita tonton di bioskop, televisi, ataupun VCD. Dengarkan ucapan, ungkapan yang digunakan, perhatikan konteks ataupun situasi di mana kata-kata ataupun ungkapan tersebut digunakan. Lakukan hal ini berulang-ulang maka kita akan bertemu dengan ungkapan serupa yang dapat kita latih secara berkala, sehingga kita bisa makin mahir mengucapkan dan menggunakannya.

g.      ”Visual learners”.
Jika kita termasuk orang yang lebih mudah belajar melalui input visual (gambar, tulisan), maka kita memiliki gaya belajar ”visual”. Banyak sekali strategi yang bisa kita lakukan. Kita bisa membaca artikel-artikel dalam bahasa Inggris yang kita anggap penting, dan menarik di surat kabar, majalah, ataupun internet, untuk kemudian kita coba ceritakan kembali dengan kata-kata yang kita susun sendiri, baik dalam bentuk tulisan ataupun dalam bentuk ucapan. Kita bisa juga membaca dan mempelajari contoh surat, proposal, brosur yang sering kita temui dalam melakukan pekerjaan kita.

h.      ”Kinesthetic learners”.
Jika kita lebih suka belajar dengan melakukan sesuatu atau bergerak, maka kita bisa belajar dengan menggunakan komputer (di mana kita harus menekan tombol di keyboard, atau mouse), sehingga kita tidak cepat bosan. Kita bisa juga bergabung dengan perkumpulan-perkumpulan Bahasa Inggris (English Club) yang memiliki banyak kegiatan dan permainan yang melibatkan gerakan. Yang juga bisa kita lakukan adalah belajar dengan menulis (menggerakkan tangan untuk menulis), atau mencoba memahami sebuah kata atau ungkapan dengan membayangkan gerakan yang bisa diasosiasikan dengan arti kata-kata tersebut.
Setiap orang bisa memiliki lebih dari satu gaya belajar (misalnya auditory dan visual, atau visual dan kinesthetic). Apa pun gaya belajar kita, jika kita sudah mengenalnya, bisa kita cari dan terapkan strategi belajar yang disesuaikan dengan gaya belajar tersebut agar hasilnya bisa lebih efektif.

BERSENANG-SENANGLAH DALAM BELAJAR BAHASAINGGRIS agar terasa menyenangkan! Try it!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..