Minggu, 13 Maret 2011

Sinarnya perikan lukaku

Awan kembali tertutup, menaungi langit yang tak tentu, sebentar-sebentar memantulkan sinar bintang lalu kembali meredup.
Bintang tak protes, tetap bersinar meski tak diminta. Pasrah tapi tidak juga.
Hanya bisa mengisyaratkan kedipan dari jauh agar kau pun melihat hal yang sama.
Tak memaksa hanya berharap, kembali menyapu kenangan dalam peri lukaku.
Diam dalam makna. Engkau tak bicara.
Isyaratkan jemarimu agar ku yakin, tak sekedar gurauan yang mulai kos (o) ng.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..