Kamis, 13 Januari 2011

Hate you!!

malam bukan makanan baru buat kami utk ribut,
bukan masalah besar apalagi masalah sepele,
apapun bisa jadi percikan listrik yang siap meruntuhkan kontrol emosi.

bukan hanya sekali tapi rentetan bentakan,
tangisan berkepanjangan, amarah yang membahana,
esoknya mata perih, kepala pusing, badan tak berbentuk.

kisah dalam kebohongan yang tercipta dalam imaji,
imajinasi dalam lubung kreativitas yang bebas berkata,
tak peduli pikiran picik yng merendahkan.

tepat tanggal 17, dimana angka itu sangat mempengaruhi ruang kewarasanku sedikit terganggu.
entah sebab apa, aku mulai berkelakar dalam sebuah pesan di selular.
mencari-cari apa yang bisa membuat orang disebrang sana mencariku hingga kewalahan.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
sms dari ku...
.........
     bla.... bla.... bla...
         ..............

-------------------------------------------------------------------------------------------------------
sms balasan darinya...
.............. bla.. bla...
   bla..... bla..... bla.... .........
      ...... bla... bla... bla.......
.................................................
............................
-------------------------------------------------------------------------------------------------------

pesan demi pesan berbalasan seiring menemani malam yang semakin larut dan 1/3 malamnya beranjak datang.
air mata sudah mengalir dari kedua pasang mata yang saling berselisih.

sang gadis merelakan laptop kesayangannya rusak,
emosi membuat tangannya ringan utk membanting laptop hingga layar berwarna putih dan nyaris tak berdenyut...
hanya berbentuk garis lurus seperti EKG saja tampaknya.

tivi juga menjadi korban amukan emosinya,
beruntung layarnya tak retak,
hanya BB yang tak jadi sasaran empuknya,
sang gadis menginginkan lelaki itu menelfonnya seperti keinginannya.

begitulah dia,
kalau sudah maunya, apapun akan tak terlihat lagi,
bahkan jari jemarinya sudah jadi saksi kekerasan pada dirinya.

kali ini, dia nekat mendatangi lelaki itu di kota sebelah,
jam dinding masih menunjukkan pukul 1.45, gadis itu mulai bergegas meninggalkan kamar,
kamarnya seperti kapal pecah, barang barang berserakan dimana-mana,
jaket ungu, jilbab sorong dan sendal jepit yang dikenakannya.

sudah tak pikir panjang, emosi masih membara,
rasanya tangannya masih panas dan gatal utk segera menampar pipi lelaki itu,


dingiiiiiiiiiiiiiinnnn....
gelaaaaaaaaaapppppp.......
sendiiiiiiirrrrrrrrrrriiiiiiiii.....
malam malam begini dia berjalan dalam emosi ditengah keheningan malam
ditengah orang-orang yang sudah terlelap dalam alam mimpinya..

semua itu baru disadarinya ditengah perjalanan yang sudah begitu jauh,
rumah tak terlihat lagi, bulu kuduknya berdiri,
emosinya berubah menjadi ketakutan yg luarrr biasaaa,
dia sangat takut sendirian gelap dan dingin yang menusuk nusuk tulang.

matanya begitu perih utk melihat jalan ke depan,
kepala masih begitu bengkak, sakkkiiiiiiittt
bekas benturan di dinding berkali-kali takkan hilang dalam sekejap,
tangannyapun msh perih karena goresan gunting tajam penuh karat.

entah sampai kapan emosi itu memudar,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

yang mau komen ala komentator di raja gombal silakeunnn..